Skip to main content

Full text of "ebook tauhid dan jihad_1"

See other formats


Biarkan Kami Menyembah Alloh Di Tepian Jurang!!! 

Oleh: Ummu Badr 



Bapakku yang penyayang. . . . 

Saudaraku yang mulia. . . . 

Dan syaikhku yang terhormat. . . 



Ini adalah ungkapan yang telah didahului pengungkapannya, dan satu berita yang bukan kabar baru 
lagi, akan tetapi ungkapan itu adalah bisikan-bisikan kepada orang-orang pilihan, yaitu orang-orang 
yang berjaga-jaga dan berjihad, orang-orang yang mencari kesyahidan ii sabilillah. 

Ahlu tsughur (orang-orang yang berperang), orang-orang yang telah meninggalkan harta kekayaan 
mereka, dan juga meninggalkan keluarga serta rumah mereka, mereka tidak rela melainkan untuk 
mendapatkan pahala yang paling utama, maka mereka berjalan di atas jalan cahaya, dan mereka 
mempersembahkan mahar yang paling mahal, yaitu darah dan potongan anggota badan tanpa dapat 
dikubur lagi, yang tercium semerbak bau wewangian minyak kesturi dan dia mengadakan pesta 
perkawinan menuju mempelai bidadari, di surga yang kekal dan penuh dengan gemerlapan dan 
kemewahan. 

Wahai orang-orang yang mulia. . . berapa banyak keluarga orang yang mempunyai manhaj yang 
melaksanakan perintah karena Alloh dan dia jujur, juga tidak takut dengan orang fasik manapun, dia 
tidak menghiraukan setiap rintangan. Dia tidak mau menjadi orang yang mencari muka atau 
merendahkan dirinya atau menjadi munafiq, tidak mau keinginannya tunduk kepada selain 
pelindungnya, Alloh yang Maha Pencipta, sumbernya jernih seperti air murni. Sehingga dia bersinar 
kilaunya diantara kilatan, dan meninggikan derajatnya ditengah-tengah manusia. Baik seperti korma 
yang tidak didapatkan melainkan di kebun-kebun korma. Pemberani seperti singa yang tidak pernah 
meninggalkan parit-parit. 

Sungguh merupakan kebahagiaan bagi kami jika kalian kembali kepada kami, dan sungguh 
kebahagiaan bagi kami jika orang-orang seperti kalian hidup ditengah-tengah kami. Kalian telah 
memberikan contoh kepada kami di dalam bersikap teguh diatas prinsip kebenaran dan bersabar 
atas apa yang telah ditentukan oleh Robb kami jika dia mendapatkan kesulitan. 

Wahai saudaraku yang mulia. . . . 

Hati-hatilah, jangan sampai kalian mengatakan jika kami tidak mengalami seperti ini pasti kami 
akan begini dan begini. . . . 

Janganlah kalian bersedih, kami telah gantikan kepenatan kalian. Ya. . . Kepenatan. . . Kami hidup 
menggantikan kalian dalam keadaan hina dan merasa aman, bahagia dan nista serta kesenangan 
hidup dan damai. 

Kami tidak diburu kecuali oleh dosa-dosa kami, tidak dituntut melainkan oleh syahwat (hawa nafsu) 
kami, sedangkan kalian, jika bukan karena apa yang ada padamu selain menambah kemuliaan 
bagimu maka cukuplah kami hidup begini dan kalian hidup seperti itu. 

Sungguh sangat jauh berbeda: 

Kami hidup dalam keadaan munafik dan riya', takut dan hina, dusta dan jauh dari Alloh. 
Sedangkan kalian kami kira sangat dekat dengan Robb kalian, sangat dekat sekali. Maka balasan 
bagi kalian - dengan izin dari Alloh - itu lebih banyak. Karena kesulitan yang kalian hadapi lebih 



berat. 

Kalian telah menolak lezatnya tidur diatas kasur empuk, dan ketika hari raya kalian tidak bisa 
bercanda dengan keluarga dan anak-anak, wajah kematian tidak membuat kalian menangis dan 
suaru tangisan anak yang baru lahir tidak membuat kalian senang. 

Maka jawablah, dari apa kalian itu diciptakan? Apakah terbuat dari baja atau badan seperti kita ini? 
Kesempitan semakin berat bagi kalian, lalu kalian menikmatinya dengan kelezatan munajat, dan 
kalian bersenang-senang dengan pemberian dari Robb kalian. Sedangkan kami menggunakan 
kenikmatan dengan syahwat dan sedikit, dan kami bersenang-senang dengan hilangnya kelezatan 
khusyu' di dalam sholat, dan kami juga lupa untuk menangis ketika berkholwat. 

Wahai orang-orang yang mulia. ... 

Kalian telah mengajari kami bahwa hidup itu adalah sebuah perjalanan, bisa jadi berjalan menuju 
jannah dan bisa jadi berjalan menuju neraka Saqor. 

Kalian telah meneguhkan kami bahwa pada diri kami ada Mutsanna, Sa'ad dan Umar. Namun 
diantara kami juga ada Abu Jahal dan Ibnu Salul, dan bahwa dia hidup kembali kepada Hubbal. 
Kalian telah mengajari kami bahwa di dalam peperangan ada tempat untuk beristirahat dan bagi 
umat terdapat siahah (perjalanan) serta bahwa pada diri kami masih ada Ibnu Rowahah. 

Wahai orang-orang yang mulia. ... 

Tetap teguhlah berada diatas kebenaran, dan janganlah kalian rela dengan kehinaan dan kerendahan. 
Teguhkanlah kaki-kaki kalian diatas tanah, dan naiklah diatas manusia dengan tekad kalian, naiklah 
ke atas awan dengan ruh-ruh kalian dan ketuklah setiap pintu untuk kemuliaan. Hati-hatilah dengan 
kegelinciran dan jangan menyerah dengan kebosanan, janganlah merasa bersedih dengan hinaan, 
janganlah merasa aman pada diri anda dari tltnah. Demi Alloh, sungguh kami mengetahui suatu 
kaum yang jernih, dan bagi umat terdapat para pemberi pelajaran dan contoh, mereka disakiti di 
jalan Alloh, mereka dipenjara dan disiksa. Kemudian apa yang terjadi? 

Ketika mereka mendapatkan jalan keluarnya, seakan terasa lama sekali, diantara mereka ada yang 
mengganti langkahnya, diantara mereka ada yang bertoleransi dan mundur dan diantara mereka ada 
yang berbalik sikap dan berubah. Maka hati-hatilah dan berhati-hatilah! Janganlah kalian lepas baju 
kemuliaan dan karomah yang Alloh telah berikan kepada kalian. 

Wahai orang-orang yang mulia. ... 

Sesungguhnya orang yang tidak digunakan pasti akan diganti, maka janganlah kalian tertipu dengan 
orang-orang yang mengganti langkahnya, dan sebutkanlah anaknya Nabi Nuh dan anaknya Hanbal. 
Jagalah hubungan baik kalian dengan Robb kalian, jika kalian baik hubungannya antara kalian 
dengan Robbnya maka akan baik pula hubungan kalian dengan manusia. Dan katakan dengan lisan 
kalian. 

Ilahiy: 

"Semoga engkau senang padahal kehidupan yang telah berlalu. . . . 

Dan semoga engkau ridho walaupun manusia marah. . . . 

Dan semoga antara diriku dan diri Mu berdiam bersama terpelihara. ... 

Dan antara diriku dan seluruh manusia hancur. . . . 

Jika datang kemaafan dari Mu maka semuanya jadi hina. ... 

Dan setiap apa yang di atas tanah adalah tanah. . . . 



Ingatlah akan ayat Alloh: 

— ji — o J» J> — — jiSj— — jiji —ojij>— o J"3 — — o J» o — — — a~ — o — o , — 

O3+II-2JI ^J LiJuL> uJ3* {J3j3^&)\ i«^J i ^!* Ci+L^j^^ Lj^LlsiJ LjloJS oiijjuu JloJjJ 

"Sungguh telah kami tetapkan sebelumnya bagi hamba-hamba kami yang mendapatkan utusan, dan 
sungguh mereka akan mendapatkan pertolongan. Dan sungguh tentara kami pasti akan menang". 

Maka kemenangan itu akan datang dan hal itu tidak mustahil, akan tetapi melalui tangan siapa? 

Maka beruntunglah dengan kemuliaan ini, sungguh kalian telah berada di kamp-kamp latihan, dan 
sekarang inilah saatnya telah tiba untuk mempraktekkannya. Dan jika ketakutan kalian semakin 
bertambah di dunia ini, maka ingatlah bahwa Alloh tidak akan mengumpulkan hambanya dengan 
dua ketakutan. Dan jika kalian merasa sakit dengan hinaan dan beratnya hukuman maka ingatlah 
bahwa siapakah yang membuat makar bagi Yusuf dan suadara-saudaranya, siapakah menjadikan 
istri nabi Luth berkhianat kepada nabi Luth, siapakah yang menghinakan nabi Nuh dari kalangan 
keluarganya, serta siapakah yang pertama kali keluarga Rosululloh yang memeranginya? 

Dan jika mereka mengatakan kepada kalian siapakah yang membuat kalian seperti itu? 
Maka ingatlah, sesungguhnya para Ashabul Kahfi mereka itu adalah para pemuda, dan 
sesungguhnya agama dan pemeluknya diakhir zaman ini adalah orang-orang asing. Cukuplah kalian 
hanya dikenal oleh Robb kalian, maka berbahagialah orang-orang yang ghuroba' (asing), yang 
mereka itu adalah manusia-manusia yang sholeh berada ditengah-tengah orang-orang yang jelek, 
orang yang bermaksiat lebih banyak daripada orang yang berbuat ketaatan. 

Kalian wahai orang-orang yang asing! 

"Kalian adalah gudang permata dan yaquth di tengah-tengah. ... 

Hiruk pikuk dunia, dan jika mereka tidak mengenalmu 

Tempat pesta kemuliaan dibutuhkan oleh. ... 

Suaramu yang tinggi walaupun mereka tidak mendengarmu. . . . 

Ingatlah ujian Ya'kub, kesabaran Ayyub, dan Yunus ketika diseru oleh Robbnya di dalam perut ikan 
hiu: Laa ilaaha anta subhaanaka inni kuntu minadz dzolimiin. Walaupun itu menimpamu maka itu 
tidak akan sampai menyamai sakitnya tercebur ke dalam neraka jahannam, maka bersabarlah wahai 
orang-orang mulia, bersabarlah. Sesungguhnya selalunya setiap kesulitan itu ada kemudahan. 

Wahai orang-orang yang mulia. ... 

Tinggalkanlah kami dan pergilah serta tinggallah dipuncak-puncak bukit. Biarkan kami tinggal di 
tengah-tengah kemewahan. Janganlah kalian mengingatkan kami dengan ayat-ayat jihad, dan 
janganlah menuntut kami untuk melakukan i'dad, bunuhlah musuh-musuh kami dan kalian akan 
mendapatkan kemuliaan. Dan tinggalkanlah kami berada di dalam lingkaran ketakutan. Biarkanlah 
kami membangun bangunan-bangunan kami diatas mulut jurang, pergilah kalian dan Robb kalian 
dan berperanglah bersama barisan. Biarkanlah kami beribadah berada di tepian jurang! 



[thoriquna.wordpress.com] 



Download dari Maktabah Jahizuna 
http ://j ahizuna.com